Selasa, 09 Juli 2013

Yang tak kau anggap, Yang tak kau mengerti.


      Setiap orang punya kisah tersendiri, namun disetiap tulisanku belum tentu aku  dan belum tentu juga kamu yang merasakan. Ini hanya sekedar cerita yang aku tuangkan dalam bentuk tulisan, bukan berarti ini pengalaman ku yang kutulis disini. Kebanyakan wanita ingin di anggap keberadaanya dan ingin dimengerti setiap perasaannya. Bukankah begitu kaum hawa? Karena aku sebagai wanita, aku pun merasakan hal yang sama seperti itu. Hal yang sederhana dan tak rumit juga untuk kaum adam atau pria untuk membuat wanita terlihat senang namun mungkin sulit melakukannya. Cukup dengan kau menganggap dia ada dan kau mengerti dia. So Simple!!!

       Tapi, bukan karena pria harus terus mengerti setiap wanita, sehingga sikap wanita yang bisa seenaknya memperlakukan pria begitu saja. Itu SALAH!! Yang aku maksud bukanlah seperti itu. Aku wanita dan Kamu pria, kita di takdirkan berbeda dan dalam perbedaan itulah kita harus bisa saling melengkapinya. Aku yang ditakdirkan segala sesuatunya dengan Perasaan, sedangkan Kamu yang ditakdirkan segala sesuatunya dengan Logika. “Tolonglah sedikit mengerti LOGIKA pada PERASAAN.” Aku lebih lembut darimu, sedangkan kamu sedikit keras. Aku hanya ingin kamu sedikit Respect tentang apa yang telah aku ceritakan, yang telah aku lakukan, dan yang sedang aku rasakan. Aku tak memintamu lebih, hanya sedikit respect pada perasaanku saja.

       Apakah kamu tau apa yang aku lakukan selama ini untukmu? MENUNGGU. Itulah yang ku lakukan untukmu selama ini, berdiam diri dan menunggumu hanya sekedar untuk kamu anggap, mengerti dengan perasaanku, dan kamu sadar atas kesalahan besar yang telah kamu buat padaku. Setelah sekian lama ku menunggumu, kamu tetap tak menghiraukanku. Setiap kali kamu hadir itu hanya membuatku sakit. Kamu hadir hanya sekedar nampak dalam HPku, tapi kamu tak pernah manganggap dan sedikit mengerti dengan perasaan ini. Untuk menganggap dan mengertiku saja kamu tak bisa, apalagi kalau kamu harus menyadari kesalahanmu itu. Jauh kiranya kamu memikirkan hal itu.

      Semua itu adalah sebagai wujud perasaanku yang entah mengapa aku masih ingin menunggu dan memperjuangkanmu. Walau ku tau yang berada disisimu itu bukan lagi aku. Namun semua itu kenyataan yang harus ku terima. Kamu tahu, setiap malamku selalu terisi dengan kenangan dan ingatan mu, juga tak lupa dengan kejadian itu. Entahlah aku harus bagaimana? Apa mungkin ini kemenanganku? Memenangkan sedihku, mendapatkan kekecawaanku, dan merangkul kesepianku.

        Dimana kamu menyimpan tentang diriku? Hingga kamu tak menganggap dan tak mengerti dengan keadaanku ini. Semudah itukah kamu melupakan tentangku. Segampang itukah kamu menghapus semua kenangan indah tentang kita. Tak pernahkah sedikit bepikir tentang perasaanku dan tak pernahkah kau melihat rasa sakit hatiku. Apa mungkin karena memang aku yang terlalu pandai menyembunyikan semua semua rasa itu darimu.

Apa kamu tak menyadari dengan kesalahan besar yang telah kau buat untuku? Tapi mengapa aku masih saja menunggu dan memperjuangkanmu? Sedangkan sikapmu tidak pernah peka ataupun respcet sedikitpun untukku. Aku pun tak tak tahu kenapa aku masih bisa bersikap seperti itu padamu. Padahal kamu yang benar-benar terbukti sudah tak menganggap dan mengertiku. Masih pantaskah aku menunggumu dan memperjuangkanmu untuk bisa kembali lagi berasamaku?

Mungkin aku wanita bodoh yang masih saja mau menunggu pria yang jelas saja dia tak pernah menghiraukan keadaan ini. Namun dalam hatiku ada keyakinan tersendiri. Mungkin ini memang kebodohanku tapi Ku yakin “akan ada saatnya kamu menyadari, akan ada saatnya kamu menyesali, akan ada saatnya kamu menganggap dan mengertiku, dan itu akan ada saatnya...”


1 komentar:

  1. dan akan ada saatnya dia kembali , merasakan apa yang kita rasakan , menunggu apa yang dulu selalu kita tunggu , aku YAKIN , itu semua akan ada saatmya ;)

    BalasHapus