Setiap orang punya kisah tersendiri, namun disetiap tulisanku
belum tentu aku dan belum tentu juga
kamu yang merasakan. Ini hanya sekedar cerita yang aku tuangkan dalam bentuk tulisan,
bukan berarti ini pengalaman ku yang kutulis disini. Kebanyakan wanita ingin di
anggap keberadaanya dan ingin dimengerti setiap perasaannya. Bukankah begitu
kaum hawa? Karena aku sebagai wanita, aku pun merasakan hal yang sama seperti
itu. Hal yang sederhana dan tak rumit juga untuk kaum adam atau pria untuk
membuat wanita terlihat senang namun mungkin sulit melakukannya. Cukup dengan
kau menganggap dia ada dan kau mengerti dia. So Simple!!!
Tapi, bukan karena pria harus terus mengerti setiap wanita,
sehingga sikap wanita yang bisa seenaknya memperlakukan pria begitu saja. Itu SALAH!! Yang aku maksud
bukanlah seperti itu. Aku wanita dan Kamu pria, kita di takdirkan berbeda dan
dalam perbedaan itulah kita harus bisa saling melengkapinya. Aku yang
ditakdirkan segala sesuatunya dengan Perasaan, sedangkan Kamu yang ditakdirkan
segala sesuatunya dengan Logika. “Tolonglah sedikit mengerti LOGIKA pada PERASAAN.”
Aku lebih lembut darimu, sedangkan kamu sedikit keras. Aku hanya ingin kamu
sedikit Respect tentang apa yang telah aku ceritakan, yang telah aku lakukan,
dan yang sedang aku rasakan. Aku tak memintamu lebih, hanya sedikit respect
pada perasaanku saja.
Apakah kamu tau apa yang aku lakukan selama ini untukmu? MENUNGGU. Itulah yang ku lakukan
untukmu selama ini, berdiam diri dan menunggumu hanya sekedar untuk kamu anggap,
mengerti dengan perasaanku, dan kamu sadar atas kesalahan besar yang telah kamu
buat padaku. Setelah sekian lama ku menunggumu, kamu tetap tak menghiraukanku.
Setiap kali kamu hadir itu hanya membuatku sakit. Kamu hadir hanya sekedar
nampak dalam HPku, tapi kamu tak pernah manganggap dan sedikit mengerti dengan
perasaan ini. Untuk menganggap dan mengertiku saja kamu tak bisa, apalagi kalau
kamu harus menyadari kesalahanmu itu. Jauh kiranya kamu memikirkan hal itu.
Semua itu adalah sebagai wujud perasaanku yang entah mengapa
aku masih ingin menunggu dan memperjuangkanmu. Walau ku tau yang berada
disisimu itu bukan lagi aku. Namun semua itu kenyataan yang harus ku terima.
Kamu tahu, setiap malamku selalu terisi dengan kenangan dan ingatan mu, juga
tak lupa dengan kejadian itu. Entahlah aku harus bagaimana? Apa mungkin ini
kemenanganku? Memenangkan sedihku, mendapatkan kekecawaanku, dan merangkul
kesepianku.
Dimana kamu menyimpan tentang diriku? Hingga kamu tak
menganggap dan tak mengerti dengan keadaanku ini. Semudah itukah kamu melupakan
tentangku. Segampang itukah kamu menghapus semua kenangan indah tentang kita.
Tak pernahkah sedikit bepikir tentang perasaanku dan tak pernahkah kau melihat
rasa sakit hatiku. Apa mungkin karena memang aku yang terlalu pandai
menyembunyikan semua semua rasa itu darimu.
Apa kamu
tak menyadari dengan kesalahan besar yang telah kau buat untuku? Tapi mengapa
aku masih saja menunggu dan memperjuangkanmu? Sedangkan sikapmu tidak pernah
peka ataupun respcet sedikitpun untukku. Aku pun tak tak tahu kenapa aku masih
bisa bersikap seperti itu padamu. Padahal kamu yang benar-benar terbukti sudah
tak menganggap dan mengertiku. Masih pantaskah aku menunggumu dan
memperjuangkanmu untuk bisa kembali lagi berasamaku?
Mungkin aku
wanita bodoh yang masih saja mau menunggu pria yang jelas saja dia tak pernah
menghiraukan keadaan ini. Namun dalam hatiku ada keyakinan tersendiri. Mungkin
ini memang kebodohanku tapi Ku yakin “akan
ada saatnya kamu menyadari, akan ada saatnya kamu menyesali, akan ada saatnya kamu menganggap dan
mengertiku, dan itu akan ada saatnya...”