Rabu, 26 Desember 2012

368 Day’s


368 Day’s

Istanaku, Des 2012


Tepat tanggal 4 desember 2012 semuanya telah berakhir dan tepat tanggal 10  desember 2012 akhirnya do’aku terjawab. Mungkin ini memang jalan terbaik kisah cinta kita. Susah, senang, sedih, canda, dan tawa kini hanyalah kenangan. Teringat kembali ketika ku buka folder di HP ku yang bertuliskan bebebsasay’, isi pesanyanya ialah ucapan hari jadi, gombalan, kata-kata puitis, janji-janji, dan kata-kata penyemangat darimu yang membuatku sedikit bertanya, Apakah semua ini benar sudah berakhir? Ketika ku buka note di HP ku yang isinya curahan hatiku tentangmu, yang mengingatkanku akan masa-masa itu, akupun bertanya, Apakah semua ini benar sudah berakhir ? Ketika ku buka beberapa folder di Laptop ku yang isinya penuh dengan kekonyolan kita berdua. Akupun kembali bertanya, Apakah semua ini sudah berakhir? 

Aku selalu berpikir dan bertanya pada diriku sendiri tentang semua yang ku rasakan. Dimana kurangku? Dimana letak kesalahanku? Apa aku tak cukup sabar menghadapi ke egoisanmu, ketidakpekaanmu, sikap posesifmu? Apa aku kurang kuat menghadapimu? Sabar yang seperti apalagi yang kamu mau? Tak pernah kah kau berpikir atau sedikit simpatik tentang semua usaha yang telah aku berikan dan yang telah aku lakukan untukmu?

Memang siapa yang tau semua akan menjadi seperti ini dan siapa yang menyangka semua berakhir dengan keadaan seperti ini. Semua janjimu itu dusta, kau berkata “aku akan menjauh dari kehidupanmu kerena aku tak bisa membahagiakanmu". Lalu sekarang, maksud dari perkataanmu itu apa? Kamu tak bisa membahagiakan aku, Tapi kamu bisa membahagiakan wanita lain. Apa memang ini yang terbaik untuk ku, membiarkanmu bahagia tanpa aku?

Jika aku ingin jujur, Jujur Aku belum siap untuk kehilanganmu. Kata-kata yang selalu kau ucapkan tak pernah sedikitpun aku remehkan karena aku percaya, aku yakin denganmu. Tapi sayangnya kepercayaanku telah kamu sia-siakan begitu saja. Kau bilang tak ingin melukai ku, tapi ini luka? Kau bilang tak ingin kecewakanku, tapi ternyata aku kecewa? Kau bilang tak ingin kehilangan atau melihat aku pergi darimu, tapi ternyata kamu membiarkan ku menjauh?

Tuhan terima kasih banyak akhirnya doaku selama ini telah engkau jawab. Kau biarkan aku terluka, menangis, dan kecewa hanya untuk menyadarkanku untuk pergi dan manjauh darinya. Kau tolakkan dia untuk masa depanku nanti. Kalau memang kau ingin benahi dirinya tak apa, itu bagus aku sependapat untuk melakukannya juga. Aku anggap semua ini adalah jalan untuk menuju kedewasaan. Banyak pelajaran hidup yang aku dapat darimu, kesalahanku dulu akan menjadi pembelajaranku dan akan aku terapkan dimasa depan dengan calonku nanti. Terima kasih Yaa Allah Yaa Tuhanku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar